Poker Indonesia Terpercaya
Poker Online Terpercaya
Togel Online Indonesia Terpercaya
Agen Judi Taruhan Bola Online Terbesar Terpercaya
Poker Indonesia Terpercaya
bocoran togel terjitu
Home / CERITA DEWASA / Cerita Dewasa Bercinta Dengan Tante Sukma yang Seksi

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Tante Sukma yang Seksi

Agen Bola Terpercaya
Agen Casino Online
Agen Casino Terpercaya

cerita-dewasa-ngesex-tante-sukmaSejak setelah menikah, ibu tinggal di rumah kecil kami beberapa bulan sambil menunggu bangunan rumah baru mereka selesai. Lagi-lagi, rumah baru mereka tdk jauh dari bengkel ayah. Ayah menolak tinggal di rumah tante Tina karena alasan pribadi ayah. Setelah banyak process yg dilakukan antara ayah dan ibu, akhirnya bengkel tempat ayah bekerja, kini menjadi milik ayah dan ibu sepenuhnya.

Ayah pernah memohon kepada ibu agar dia ingin tetap dapat bekerja di bengkel, dan terang saja bengkel itu langsung ibu putuskan untuk dibeli saja. Maklum ibu adalah business-minded person. Aku semakin sayang dengan ibu, karena pada akhirnya cita-cita ayah untuk memiliki bengkel sendiri terkabulkan. Kini bengkel ayah makin besar setelah ibu ikut berperan besar di sana. Banyak renovasi yg mereka lakukan yg membuat bengkel ayah tampak lebih menarik

Pelanggan ayah makin bertambah, dan kali ini banyak dari kalangan orang-orang kaya. Ayah tdk memecat pegawai-pegawai lama di sana, malah menaikkan gaji mereka dan memperlakukan mereka seperti saat dia diperlakukan oleh pemilik bengkel yg lama.

Kehidupan dan gaya hidupku & ayah benar-benar berubah 180 derajat. Kini ayah sering melancong ke luar negeri bersama ibu, dan aku sering ditinggal di rumah sendiri dengan pembantu. Alasan aku ditinggal mereka karena aku masih harus sekolah.

Ibu sering mengundang teman-teman lamanya bermain di rumah. Salah satu temannya bernama tante Sukma. Tante Sukma saat itu hanya 15 tahun lebih tua dariku. Semestinya dia pantas aku panggil kakak daripada tante, karena wajahnya yg masih terlihat seperti orang berumur 20 tahunan. Tanti Sukma adalah pelanggan tetap salon kecantikan ibu, dan kemudian menjadi teman baik ibu.

Wajah tante Sukma tergolong cantik dengan kulitnya yg putih bersih. Dadanya tdk begitu besar, tapi pinggulnya indah bukan main. Maklum anak orang kaya yg suka tandang ke salon kecantikan. Tante Sukma sering main ke rumah dan kadang kala ngobrol atau gossip dengan ibu berjam-jam. Tdk jarang tante Sukma keluar bersama kami sekeluarga untuk nonton bioskop, window shopping atau ngafe di mall.

Aku pernah sempat bertanya tentang kehidupan pribadi tante Sukma. Ibu bercerita bahwa tante Sukma itu bukanlah janda cerai atau janda apalah. Tapi tante Sukma sempat ingin menikah, tapi ternyata pihak dari laki-laki memutuskan untuk mengakhiri pernikahan itu. Alasan-nya tdk dijelaskan oleh ibu, karena mungkin aku masih terlalu muda untuk mengerti hal-hal seperti ini.

Pada suatu hari ayah dan ibu lagi-lagi cabut dari rumah. Tapi kali ini mereka tdk ke luar negeri, tapi hanya melancong ke kota Bandung saja selama akhir pekan. Lagi-lagi hanya aku dan pembantu saja yg tinggal di rumah. Saat itu aku ingin sekali kabur dari rumah, dan menginap di rumah teman. Tiba-tiba bel rumah berbunyi dan waktu itu masih jam 5:30 sore di hari Sabtu. Ayah dan ibu baru 1/2 jam yg lalu berangkat ke Bandung. Aku pikir mereka kembali ke rumah mengambil barang yg ketinggalan.

Sewaktu pintu rumah dibuka oleh pembantu, suara tante Sukma menyapanya. Aku hanya duduk bermalas-malasan di sofa ruang tamu sambil nonton acara TV. Tiba-tiba aku disapanya.

“Aldi kok ngga ikut papa mama ke Bandung?” tanya tante Sukma.
“Kalo ke Bandung sih Aldi malas, tante. Kalo ke Singapore Aldi mau ikut.” jawabku santai.
“Yah kapan-kapan aja ikut tante ke Singapore. Tante ada apartment di sana tungkas tante Sukma.”
“Aku pun hanya menjawab apa adanya Ok deh. Ntar kita pigi rame-rame aja. Tante ada perlu apa dengan mama? Nyusul aja ke Bandung kalo penting..”
“Kagak ada sih. Tante cuman pengen ajak mamamu makan aja. Yah sekarang tante bakalan makan sendirian nih. Aldi mau ngga temenin tante?.”
“Emang tante mau makan di mana?”
“Tante sih mikir Pizza Hut.”
“Males ah ogut kalo Pizza Hut.
“Trus Aldi maunya pengen makan apa?”
“Makan di Muara Karang aja tante. Di sono kan banyak pilihan, ntar kita pilih aja yg kita mau.”
“Oke deh. Mau cabut jam berapa?”
“Entaran aja tante. Aldi masih belon laper. Jam 7 aja berangkat. Tante duduk aja dulu.”

Kami berdua nonton bersebelahan di sofa yg empuk. Sore itu tante Sukma mengenakan baju yg lumayan sexy. Dia memakai rok ketat sampai 10 cm di atas lutut, dan atasannya memakai baju berwarna orange muda tanpa lengan dengan bagian dada atas terbuka (kira-kira antara 12 sampai 15cm kebawah dari pangkal lehernya). Kaki tante Sukma putih mulus, tanpa ada bulu kaki 1 helai pun. Mungkin karena dia rajin bersalon ria di salon ibu, paling tdk seminggu 2 kali.

Bagian dada atasnya juga putih mulus. Kami nonton TV dengan acara/channel seadanya saja sambil menunggu sampai jam 7 malam. Kami juga kadang-kadang ngobrol santai, kebanyakan tante Sukma suka bertanya tentang kehidupan sekolahku sampai menanyakan tentang kehidupan cintaku di sekolah. Aku mengatakan kepada tante Sukma bahwa aku saat itu masih belum mau terikat dengan masalah percintaan jaman SMA. Kalo naksir sih ada, cuma aku tdk sampai mengganggap terlalu serius.

Semakin lama kami berbincang-bincang, tubuh tante Sukma semakin mendekat ke arahku. Bau parfum Chanel yg dia pakai mulai tercium jelas di hidungku. Tapi aku tdk mempunyai pikiran apa-apa saat itu.

Tiba-tiba tante Sukma berkata,

“Aldi, kamu suka dikitik-kitik ngga kupingnya?.”
“Huh? Mana enak? tanyaku.”
“Mau tante kitik kuping Aldi? tante Sukma menawarkan?”
“Hmmmboleh aja. Mau pake cuttonbud? tanyaku sekali lagi.”
“Ga usah, pake bulu kemucing itu aja tundas tante Sukma.”
“Idih jorok nih tante. Itu kan kotor. Abis buat bersih-bersih ama mbak. jawabku spontan.”
“Alahh sok bersihan kamu Aldi. Kan cuman ambil 1 helai bulunya aja. Lagian kamu masih belum mandi kan? Jorok mana hayo! tangkas tante Sukma.”
“Percaya tante deh, kamu pasti demen. Sini baring kepalanya di paha tante. lanjutnya.”

Seperti sapi dicucuk hidungnya, aku menurut saja dengan tingkah polah tante Sukma. Ternyata memang benar adanya, telinga dikitik-kitik dengan bulu kemucing benar-benar enak tiada tara. Baru kali itu aku merasakan enaknya, serasa nyaman dan pengen tidur aja jadinya. Dan memang benar, aku jadi tertidur sampe sampai jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat. Suara lembut membisikkan telingaku.

“Aldi, bangun yuk. Tante dah laper nih. kata tante.”
“Erghhhmmm jam berapa sekarang tante. tanyaku dengan mata yg masih setengah terbuka.”
“Udah jam 7 lewat Aldi. Ayo bangun, tante dah laper. Kamu dari tadi asyik tidur tinggalin tante. Kalo dah enak jadi lupa orang kamu yah. kata tante sambil mengelus lembut rambutku.”
“Masih ngantuk nih tante makan di rumah aja yah? Suruh mbak masak atau beli mie ayam di dekat sini.”
“Ahhh ogah, tante pengen jalan-jalan juga kok. Bosen dari tadi bengong di sini.”
“Oke oke, kasih Aldi lima menit lagi deh tante. mintaku.”
“Kagak boleh. Tante dah laper banget, mau pingsan dah.”

Sambil malas-malasan aku bangun dari sofa. Kulihat tante Sukma sedang membenarkan posisi roknya kembali. Alamak gaya tidurku kok jelek sekali sih sampe-sampe rok tante Sukma tersingkap tinggi banget. Berarti dari tadi aku tertidur di atas paha mulus tante Sukma, begitulah aku berpikir. Ada rasa senang juga di dalam hati.

Setelah mencuci muka, ganti pakaian, kita berdua berpamitan kepada pembantu rumah kalau kita akan makan keluar. Aku berpesan kepada pembantu agar jangan menunggu aku pulang, karena aku yakin kita pasti bakal lama. Jadi aku membawa kunci rumah, untuk berjaga-jaga apabila pembantu rumah sudah tertidur.

“Nih kamu yg setir mobil tante dong.”
“Ogah ah, Aldi cuman mau setir Baby Benz tante. Kalo yg ini males ah. candaku. Waktu itu tante Sukma membawa sedan Honda, bukan Mercedes-nya.”
“Belagu banget kamu. Kalo ngga mau setir ini, bawa itu Benz-nya mama. balas tante Sukma.”
“No way bisa digantung ogut ama papa mama. jawabku.”
“Iya udah kalo gitu setir ini dong. jawab tante Sukma sambil tertawa kemenangan.”

Mobil melaju menyusuri jalan-jalan kota Jakarta. Tante Sukma seperti bebek saja, ngga pernah stop ngomong and gossipin teman-temannya. Aku jenuh banget yg mendengar. Dari yg cerita pacar teman-temannya lah, sampe ke mantan tunangannya. Sesampai di daerah Muara Karang, aku memutuskan untuk makan bakmi bebeknya yg tersohor di sana. Untung tante Sukma tdk protes dengan pilihan saya, mungkin karena sudah terlalu lapar dia.

Setelah makan, kita mampir ke tempat main bowling. Abis main bowling tante Sukma mengajakku mampir ke rumahnya. Tante Sukma tinggal sendiri di apartemen di kawasan Taman Anggrek. Dia memutuskan untuk tinggal sendiri karena alasan pribadi juga. Ayah dan ibu tante Sukma sendiri tinggal di Bogor. Saat itu aku tdk tau apa pekerjaan sehari-hari tante Sukma, yg tante Sukma tdk pernah merasa kekurangan materi. Cerita Sex Tante

Apartemen tante Sukma lumayan bagus dengan tata interior yg classic. Di sana tdk ada siapa-siapa yg tinggal di sana selain tante Sukma. Jadi aku bisa maklum apabila tante Sukma sering keluar rumah. Pasti jenuh apabila tinggal sendiri di apartemen.

“Anggap rumah sendiri Aldi. Jangan malu-malu. Kalau mau minum ambil aja sendiri yah.”
“Kalo begitu, Aldi mau yg ini. sambil menunjuk botol Hennessy V.S.O.P yg masih disegel.”
“Kagak boleh, masih dibawah umur kamu. cegah tante Sukma.”
“Tapi Aldi dah umur 17 tahun. Mestinya ngga masalah jawabku dengan bermaksud membela diri.”
“Kalo kamu memaksa yah udah. Tapi jangan buka yg baru, tante punya yg sudah dibuka botolnya..”

Tiba-tiba suara tante Sukma menghilang dibalik master bedroomnya. Aku menganalisa ruangan sekitarnya. Banyak lukisan-lukisan dari dalam dan luar negeri terpampang di dinding. Lukisan dalam negerinya banyak yg bergambarkan wajah-wajah cantik gadis-gadis Bali. Lukisan yg berbobot tinggi, dan aku yakin pasti bukan barang yg murahan.

“Itu tante beli dari seniman lokal waktu tante ke Bali tahun lalu kata tante Sukma memecahkan suasana hening sebelumnya.”
“Bagus tante. High taste banget. Pasti mahal yah?! jawabku kagum.”
“Ngga juga sih. Tapi tante tdk pernah menawar harga dengan seniman itu, karena seni itu mahal. Kalo tante tdk cocok dengan harga yg dia tawarkan, tante pergi saja.”

Aku masih menyibukkan diri mengamati lukisan-lukisan yg ada, dan tante Sukma tdk bosan menjelaskan arti dari lukisan-lukisan tersebut. Tante Sukma ternyata memiliki kecintaan tinggi terhadap seni lukis.

“Ok deh. Kalo begitu Aldi mau pamit pulang dulu tante. Dah hampir jam 11 malam. Tante istirahat aja dulu yah. kataku.”
“Ehmmm tinggal dulu aja di sini. Tante juga masih belum ngantuk. Temenin tante bentar yah. mintanya sedikit memohon.”

Aku juga merasa kasihan dengan keadaan tante Sukma yg tinggal sendiri di apartemen itu. Jadi aku memutuskan untuk tinggal 1 atau 2 jam lagi, sampai nanti tante Sukma sudah ingin tidur.

“Kita main UNO yuk?! ajak tante Sukma.”
“Apa itu UNO?! tanyaku penasaran.”
“Walah kamu ngga pernah main UNO yah? tanya tante Sukma. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala.”
“Wah kamu kampung boy banget sih. canda tante Sukma. Aku hanya memasang tampak cemburut canda.”

Tante Sukma masuk ke kamarnya lagi untuk membawa kartu UNO, dan kemudian masuk ke dapur untuk mempersiapkan hidangan bersama minuman. Tante Sukma membawa kacang mente asin, segelas wine merah, dan 1 gelas Hennessy V.S.O.P on rock (pake es batu). Setelah mengajari aku cara bermain UNO, kamipun mulai bermain-main santai sambil makan kacang mente. Hennesy yg aku teguk benar-benar keras, dan baru 2 atau 3 teguk badanku terasa panas sekali. Aku biasanya hanya dikasih 1 sisip saja oleh ayah, tapi ini skrg aku minum sendirian.

Kepalaku terasa berat, dan mukaku panas. Melihat kejadian ini, tante Sukma menjadi tertawa, dan mengatakan bahwa aku bukan bakat peminum. Terang aja, ini baru pertama kalinya aku minum 1 gelas Hennessy sendirian.

“Tante, anterin Aldi pulang yah. Kepala ogut rada berat.”
“Kalo gitu stop minum dulu, biar ngga tambah pusing. jawab tante Sukma.”

Aku merasa tante Sukma berusaha mencegahku untuk pulang ke rumah. Tapi lagi-lagi, aku seperti sapi dicucuk hidung-nya, apa yg tante Sukma minta, aku selalu menyetujuinya. Melihat tingkahku yg suka menurut, tante Sukma mulai terlihat lebih berani lagi. Dia mengajakku main kartu biasa saja, karena bermain UNO kurang seru kalau hanya berdua. Paling tepat untuk bermain UNO itu berempat.

Tapi permainan kartu ini menjadi lebih seru lagi. Tante mengajak bermain blackjack, siapa yg kalah harus menuruti permintaan pemenang. Tapi kemudian tante Sukma ralat menjadi Truth & Dare game. Permainan kami menjadi seru dan terus terang aja tante Sukma sangat menikmati permainan Truth & Dare, dan dia sportif apabila dia kalah.

Pertama-tama bila aku menang dia selalu meminta hukuman dengan Truth punishment, lama-lama aku menjadi semakin berani menanyakan yg bukan-bukan. Sebaliknya dengan tante Sukma, dia lebih suka memaksa aku untuk memilih Dare agar dia bisa lebih leluasa mengerjaiku. Dari yg disuruh pushup 1 tangan, menari balerina, menelan es batu seukuran bakso, dan lain-lain. Mungkin juga tdk ada pointnya buat tante Sukma menanyakan the Truth tentang diriku, karena kehidupanku terlihat lurus-lurus saja menurutnya.

Ini adalah juga kesempatan untuk menggali the Truth tentang kehidupan pribadinya. Aku pun juga heran kenapa aku menjadi tertarik untuk mencari tahu kehidupannya yg sangat pribadi. Mula-mula aku bertanya tentang mantan tunangannya, kenapa sampai batal pernikahannya. Sampai pertanyaan yg menjurus ke seks seperti misalnya kapan pertama kali dia kehilangan keperawanan. Semuanya tanpa ragu-ragu tante Sukma jawab semua pertanyaan-pertanyaan pribadi yg aku lontarkan. Cerita Mesum Tante

Kini permainan kami semakin wild dan berani. Tante Sukma mengusulkan untuk mengkombinasikan Truth & Dare dengan Strip Poker. Aku pun semakin bergairah dan menyetujui saja usul tante Sukma.

“Yee, tante menang lagi. Ayo lepas satu yg menempel di badan kamu. kata tante Sukma dengan senyum kemenangan.”
“Jangan gembira dulu tante, nanti giliran tante yg kalah. Jangan nangis loh yah kalo kalah. jawabku sambil melepas kaus kakiku.”

Selang beberapa lama Nahhh, kalah lagi kalah lagi lepas lagi lepas lagi.. Tante Sukma kelihatan gembira sekali. Kemudian aku melepas kalung emas pemberian ibu yg aku kenakan.

“Ha ha ha two pairs, punya tante one pair. Yes yes tante kalah sekarang. Ayo lepas lepas candaku sambil tertawa gembira.”
“Jangan gembira dulu. Tante lepas anting tante. jawab tante sambil melepas anting-anting yg dikenakannya.”

Aku makin bernapsu untuk bermain. Mungkin bernapsu untuk melihat tante Sukma bugil juga. Aku pengen sekali menang terus.

“Full house yeahhh kalah lagi tante. Ayo lepas ayo lepas . Aku kini menari-nari gembira.”

Terlihat tante Sukma melepas jepit rambut merahnya, dan aku segera saja protes Loh, curang kok lepas yg itu?.

“Loh, kan peraturannya lepas semuanya yg menempel di tubuh. Jepit tante kan nempel di rambut dan rambut tante melekat di kepala. Jadi masih dianggap menempel dong. jawabnya membela.”

Aku rada gondok mendengar pembelaan tante Sukma. Tapi itu menjadikan darahku bergejolak lebih deras lagi.

Straight Aldi One Pair Yes tante menang. Ayo lepas! Jangan malu-malu! seru tante Sukma girang. Aku pun segera melepas jaket aku yg kenakan. Untung aku selalu memakai jaket tipis biar keluar malam. Lihatlah pembalasanku, kataku dalam hati.

Aldi Three kind tante one pair ahhh lagi-lagi tante kalah sindirku sambil tersenyum. Dan tanpa diberi aba-aba dan tanpa malu-malu, tante melepas baju atasannya. Aku serentak menelan ludah, karena baju atasan tante telah terlepas dan kini yg terlihat hanya BH putih tante. Belahan payudara-nya terlihat jelas, putih bersih. Aldi junior dengan serentak langsung menegang, dan kedua mataku terpaku di daerah belahan dadanya.

“Hey, lihat kartu dong. Jangan liat di sini. canda tante sambil menunjuk belahan dadanya. Aku kaget sambil tersenyum malu.”
“Yes Full House, kali ini tante menang. Ayo buka buka. Tampak tante Sukma girang banget bisa dia menang. Kali ini aku lepas atasanku, dan kini aku terlanjang dada.”
“Ck ck ck pemain basket nih. Badan kekar dan hebat. Coba buktikan kalo hokinya juga hebat. sindir tante Sukma sambil tersenyum.”

Setelah menegak habis wine yg ada di gelasnya, tante Sukma kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju ke dapur dengan keadaan dada setengah terlanjang. Tak lama kemudian tante Sukma membawa sebotol wine merah yg masih 3/4 penuh dan sebotol V.S.O.P yg masih 1/2 penuh.

“Mari kita bergembira malam ini. Minum sepuas-puasnya. ucap tante Sukma.” Kami saling ber-tos ria dan kemudian melanjutkan kembali permainan strip poker kami.
“Yesss seruku dengan girangnya pertanda aku menang lagi.”

Tanpa disuruh, tante Sukma melepas rok mininya dan aduhaiii, kali ini tante Sukma hanya terliat mengenakan BH dan celana dalam saja. Malam itu dia mengenakan celana dalam yg kecil imut berwarna pink cerah. Tdk tampak ada bulu-bulu pubis disekitar selangkangannya. Aku sempat berpikir apakah tante Sukma mencukur semua bulu-bulu pubisnya.

Muka tante Sukma sedikit memerah. Kulihat tante Sukma sudah menegak abis gelas winenya yg kedua. Apakah dia berniat untuk mabuk malam ini? Aku kurang sedikit perduli dengan hal itu. Aku hanya bernafsu untuk memenangkan permainan strip poker ini, agar aku bisa melihat tubuh terlanjang tante Sukma.

“Yes, yes, yes senyum kemenangan terlukis indah di wajahku.”

Tante Sukma kemudian memandangkan wajahku selang beberapa saat, dan berkata dengan nada genitnya Sekarang Aldi tahan napas yah. Jangan sampai seperti kesetrum listrik loh. Kali ini tante Sukma melepaskan BH-nya dan serentak jatungku ingin copot. Benar apa kata tante Sukma, aku seperti terkena setrum listrik bertegangan tinggi.

Dadaku sesak, sulit bernapas, dan jantungku berdegup kencang. Inilah pertama kali aku melihat payudara wSukmata dewasa secara jelas di depan mata. Payudara tante Sukma sungguh indah dengan putingnya yg berwarna coklat muda menantang.

“Aih Aldi, ngapain liat susu tante terus. Tante masih belum kalah total. Mau lanjut ngga? tanya tante Sukma. Aku hanya bisa menganggukkan kepala pertanda iya.”
“ertama kali liat susu cewek yah? Ketahuan nih. Dasar genit kamu. tambah tante Sukma lagi. Aku sekali lagi hanya bisa mengangguk malu.”

Aku menjadi tdk berkonsentrasi bermain, mataku sering kali melirik kedua payudaranya dan selangkangannya. Aku penasaran sekali ada apa dibalik celana dalam pinknya itu. Tempat di mana menurut teman-teman sekolah adalah surga dunia para lelaki. Aku ingin sekali melihat bentuknya dan kalo bisa memegang atau meraba-raba.

Akibat tdk berkonsentrasi main, kali ini aku yg kalah, dan tante Sukma meminta aku melepas celana yg aku kenakan. Kini aku terlanjang dada dengan hanya mengenakan celana dalam saja. Tante Sukma hanya tersenyum-senyum saja sambil menegak wine-nya lagi. Aku sengaja menolak tawaran tante Sukma untuk menegak V.S.O.P-nya, dengan alasan takut pusing lagi.

Karena kami berdua hanya tinggal 1 helai saja di tubuh kami, permainan kali ini ada finalnya. Babak penentuan apakah tante Sukma akan melihat aku terlanjang bulat atau sebaliknya. Aku berharap malam itu malaikat keberuntungan berpihak kepadaku.

Ternyata harapanku sirna, karena ternyata malaikat keberuntungan berpihak kepada tante Sukma. Aku kecewa sekali, dan wajah kekecewaanku terbaca jelas oleh tante Sukma. Sewaktu aku akan melepas celana dalamku dengan malu-malu, tiba-tiba tante Sukma mencegahnya.

“Tunggu Aldi. Tante ngga mau celana dalam mu dulu. Tante mau Dare Aldi dulu. Ngga seru kalo game-nya cepat habis kayak begini kata tante Sukma.”

Setelah meneguk wine-nya lagi, tante Sukma terdiam sejenak kemudian tersenyum genit. Senyum genitnya ini lebih menantang daripada yg sebelum-sebelumnya.

“Tante dare Aldi untuk hmmm cium bibir tante sekarang. tantang tante Sukma.”
“Ahh, yg bener tante? tanyaku.”
“Iya bener, kenapa ngga mau? Jijik ama tante? tanya tante Sukma.”
“Bukan karena itu. Tapi Aldi belum pernah soalnya. jawabku malu-malu.”

“Iya udah, kalo gitu cium tante dong. Sekalian pelajaran pertama buat Aldi. kata tante Sukma.”

Tanpa berpikir ulang, aku mulai mendekatkan wajahku ke wajah tante Sukma. Tante Sukma kemudian memejamkan matanya. Pertamanya aku hanya menempelkan bibirku ke bibir tante Sukma. Tante Sukma diam sebentar, tak lama kemudian bibirnya mulai melumat-lumat bibirku perlahan-lahan. Aku mulai merasakan bibirku mulai basah oleh air liur tante Sukma. Bau wine merah sempat tercium di hidungku.

Aku pun tdk mau kalah, aku berusaha menandinginya dengan membalas lumatan bibir tante Sukma. Maklum ini baru pertama, jadi aku terkesan seperti anak kecil yg sedang melumat-lumat ice cream. Selang beberapa saat, aku kaget dengan tingkah baru tante Sukma.

Tante Sukma dengan serentak menjulurkan lidahnya masuk ke dalam mulutku. Anehnya aku tdk merasa jijik sama sekali, malah senang dibuatnya. Aku temukan lidahku dengan lidah tante Sukma, dan kini lidah kami kemudian saling berperang di dalam mulutku dan terkadang pula di dalam mulut tante Sukma.

Kami saling berciuman bibir dan lidah kurang lebih 5 menit lamanya. Nafasku sudah tak karuan, dah kupingku panas dibuatnya. Tante Sukma seakan-akan menikmati betul ciuman ini. Nafas tante Sukma pun masih teratur, tdk ada tanda sedikitpun kalau dia tersangsang.

“Sudah cukup dulu. Ayo kita sambung lagi pokernya ajak tante Sukma.”

Aku pun mulai mengocok kartunya, dan pikiranku masih terbayg saat kita berciuman. Aku ingin sekali lagi mencium bibir lembutnya. Kali ini aku menang, dan terang saja aku meminta jatah sekali lagi berciuman dengannya. Tante Sukma menurut saja dengan permintaanku ini, dan kami pun saling berciuman lagi. Tapi kali ini hanya sekitar 2 atau 3 menit saja.

“Udah ah, jangan ciuman terus dong. Ntar Aldi bosan ama tante. candanya.”
“Masih belon bosan tante. Ternyata asyik juga yah ciuman. jawabku.”
“Kalo ciuman terus kurang asyik, kalo mau sih seru tante Sukma kemudian terputus.” Kalimat tante Sukma ini masih menggantung bagiku, seakan-akan dia ingin mengatakan sesuatu yg menurutku sangat penting.

Aku terbayg-bayg untuk bermain gila dengan tante Sukma malam itu.

Aku semakin berani dan menjadi sedikit tdk tau diri. Aku punya perasaan kalo tante Sukma sengaja untuk mengalah dalam bermain poker malam itu. Terang aja aku menang lagi kali ini. Aku sudah terburu oleh napsuku sendiri, dan aku sangat memanfaatkan situasi yg sedang berlangsung.

“Aldi menang lagi tuh. Jangan minta ciuman lagi yah. Yg lain dong sambut tante Sukma sambil menggoda.”
“Hmm apa yah. pikirku sejenak.”
“Gini aja, Aldi pengen emut-emut susu tante Sukma. jawabku tdk tau malu.”

Ternyata wajah tante Sukma tdk tampak kaget atau marah, malah balik tersenyum kepadaku sambil berkata Sudah tante tebak apa yg ada di dalam pikiran kamu, Aldi..

“Boleh kan tante?! tanyaku penasaran. Tante Sukma hanya mengangguk pertanda setuju.”

Kemudian aku dekatkan wajahku ke payudara sebelah kanan tante Sukma. Bau parfum harum yg menempel di tubuhnya tercium jelas di hidungku. Tanpa ragu-ragu aku mulai mengulum puting susu tante Sukma dengan lembut. Kedua telapak tanganku berpijak mantap di atas karpet ruang tamu tante Sukma, memberikan fondasi kuat agar wajahku tetap bebas menelusuri payudara tante Sukma.

AKu kulum bergantian puting kanan dan puting kiri-nya. Kuluman yg tante Sukma dapatkan dariku memberikan sensasi terhadap tubuh tante Sukma. Dia tampak menikmati setiap hisapan-hisapan dan jilatan-jilatan di puting susu-nya. Nafas tante Sukma perlahan-lahan semakin memburu, dan terdengar desahan dari mulutnya. Kini aku bisa memastikan bahwa tante Sukma saat ini sedang terangsang atau istilah modern-nya horny. Cerita Ngentot Tante

Aldiss kamu nakal banget sih! haahhh Tante kamu apain? bisik tante Sukma dengan nada terputus-putus. Aku tdk mengubris kata-kata tante Sukma, tapi malah semakin bersemangat memainkan kedua puting susunya. Tante Sukma tdk memberikan perlawanan sedikitpun, malah seolah-olah seperti memberikan lampu hijau kepadaku untuk melakukan hal-hal yg tdk senonoh terhadap dirinya.

Aku mencoba mendorong tubuh tante Sukma perlahan-lahan agar dia terbaring di atas karpet. Ternyata tante Sukma tdk menahan/menolak, bahkan tante Sukma hanya pasrah saja. Setelah tubuhnya terbaring di atas karpet, aku menghentikan serangan gerilyaku terhadap payudara tante Sukma. Aku perlahan-lahan menciumi leher tante Sukma, dan oh my, wangi betul leher tante Sukma.

Tante Sukma memejamkan kedua matanya, dan tdk berhenti-hentinya mendesah. Aku jilat lembut kedua telinganya, memberikan sensasi dan getaran yg berbeda terhadap tubuhnya. Aku tdk mengerti mengapa malam itu aku seakan-akan tau apa yg harus aku lakukan, padahal ini baru pertama kali seumur hidupku menghadapi suasana seperti ini.

Kemudian aku melandaskan kembali bibirku di atas bibir tante Sukma, dan kami kembali berciuman mesra sambil berperang lidah di dalam mulutku dan terkadang di dalam mulut tante Sukma. Tanganku tdk tinggal diam. Telapak tangan kiriku menjadi bantal untuk kepala belakang tante Sukma, sedangkan tangan kananku meremas-remas payudara kiri tante Sukma.

Tubuh tante Sukma seperti cacing kepanasan. Nafasnya terengah-engah, dan dia tdk berkonsentrasi lagi berciuman denganku. Tanpa diberi komando, tante Sukma tiba-tiba melepas celana dalamnya sendiri. Mungkin saking horny-nya, otak tante Sukma memberikan instinct bawah sadar kepadanya untuk segera melepas celana dalamnya.

Aku ingin sekali melihat kemaluan tante Sukma saat itu, namun tante Sukma tiba-tiba menarik tangan kananku untuk mendarat di kemaluannya. Alamak , pikirku kaget. Ternyata kemaluan/vagina tante Sukma mulus sekali. Ternyata semua bulu jembut tante Sukma dicukur abis olehnya. Dia menuntun jari tengahku untuk memainkan daging mungil yg menonjol di vaginanya. Aku putar-putar itil tante Sukma berotasi searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Kini vagina tante Sukma mulai basah dan licin.

“Aldiss kamu yah aaahhhh kok berSukma ama tante? tanya tante Sukma terengah-engah.”
“Kan tante yg suruh tangan Aldi ke sini? jawabku.”
“Masa sihhh tante lupa aahhh Aldiss Aldiss kamu kok nakal? tanya tante Sukma lagi.”
“Nakal tapi tante bakal suka kan? candaku gemas dengan tingkah tante Sukma.”
“Iyaaa nakalin tante pleasee suara tante Sukma mulai serak-serak basah.”

Aku tetap memainkan itil tante Sukma, dan ini membuatnya semakin menggeliat hebat. Tak lama kemudian tante Sukma menjerit kencang seakaan-akan terjadi gempa bumi saja. Tubuhnya mengejang dan kuku-kuku jarinya sempat mencakar bahuku. Untung saja tante Sukma bukan tipe wSukmata yg suka merawat kuku panjang, jadi cakaran tante Sukma tdk sakit buatku.

Aldiss tante datangggg uhhh oohhh erang tante Sukma. Aku yg masih hijau waktu itu kurang mengerti apa arti kata datang waktu itu. Yg pasti setelah mengatakan kalimat itu, tubuh tante Sukma lemas dan nafasnya terengah-engah.

Dengan tanpa di beri aba-aba, aku lepas celana dalamku yg masih saja menempel. Aku sudah lupa sejak kapan batang k0ntolku tegak. Aku siap menikmati tubuh tante Sukma, tapi sedikit ragu, karena takut akan ditolak oleh tante Sukma. Keragu-raguanku ini terbaca oleh tante Sukma. Dengan lembutnya tante Sukma berkata, Aldi, kalo pengen tidurin tante, mendingan cepetan deh, sebelon gairah tante habis. Tuh liat kontol Aldi dah tegak kayak besi. Sini tante pegang apa dah panas..

Aku berusaha mengambil posisi diatas tubuh tante. Gaya bercinta traditional. Perlahan-lahan kuarahkan batang k0ntolku ke mulut vagina tante Sukma, dan kucoba dorong k0ntolku perlahan-lahan. Ternyata tdk sulit menembus pintu kenikmatan milik tante Sukma. Selain mungkin karena basahnya dinding-dinding vagina tante Sukma yg memuluskan jalan masuk k0ntolku, juga karena mungkin sudah beberapa batang k0ntol yg telah masuk di dalam sana.

“Uhhh ohhh Aldiss ahhh desah tante Sukma.”

Aku coba mengocok-kocok vagina tante Sukma dengan k0ntolku dengan memaju-mundurkan pinggulku. Tante Sukma terlihat semakin horny, dan mendesah tak karuan.

“Aldiss Aldiss aduhhh Aldiss geliiii tante uhhh ohhhh desah tante Sukma.”

Di saat aku sedang asyik memacu tubuh tante Sukma, tiba-tiba aku disadarkan oleh permintaan tante Sukma, sehingga aku berhenti sejenak.

“Aldiss kamu dah mau keluar belum tanya tante Sukma.”
“Belon sih tante mungkin beberapa saat lagi jawabku serius.”
“Nanti dikeluarin di luar yah, jangan di dalam. Tante mungkin lagi subur sekarang, dan tante lupa suruh kamu pake pengaman. Lagian tante ngga punya stock pengaman sekarang. Jadi jangan dikeluarin di dalam yah. pinta tante Sukma.”
“Beres tante. jawabku.”
“Ok deh sekarang jangan diam goygin lagi dong canda tante Sukma genit.”

Tanpa menunda banyak waktu lagi, aku lanjutkan kembali permainan kami. Aku bisa merasakan vagina tante Sukma semakin basah saja, dan aku pun bisa melihat bercak-bercak lendir putih di sekitar bulu jembutku.

Aku mulai berkeringat di punggung belakangku. Muka dan telingaku panas. Tante Sukma pun juga sama. Suara erangan dan desahan-nya makin terdengar panas saja di telingaku. Aku tdk menyadari bahwa aku sudah berpacu dengan tante Sukma 20 menit lama-nya. Tanda-tanda akan adanya sesuatu yg bakalan keluar dari k0ntolku semakin mendekat saja.

“Aldiss ampunnn Aldiss kontolnya kok kayak besi aja ngga ada lemasnya dari tadi tante geliii banget nihhh kata tante Sukma.”
“Tante Aldiss dah sampai ujung nih kataku sambil mempercepat goygan pinggulku.”

Puting tante Sukma semakin terlihat mencuat menantang, dan kedua payudara pun terlihat mengeras. Aku mendekatkan wajahku ke wajah tante Sukma, dan bibir kami saling berciuman. Aku julur-julurkan lidahku ke dalam mulutnya, dan lidah kami saling berperang di dalam. Posisi bercinta kami tdk berubah sejak tadi. Posisiku tetap di atas tubuh tante Sukma.

Aku percepat kocokan k0ntolku di dalam vagina tante Sukma. Tante Sukma sudah menjerit-jerit dan meracau tak karuan saja.

“Aldiss tante datangggg uhhh ahhhhhh jerit tante Sukma sambil memeluk erat tubuhku. Ini pertanda tante Sukma telah orgasme.”
“Aku pun juga sama, lahar panas dari dalam k0ntolku sudah siap akan menyembur keluar. Aku masih ingat pesan tante Sukma agar spermaku dilepas keluar dari vagina tante Sukma.”

Tante Aldisss datangggg jeritku pSukmak. Kutarik k0ntolku dari dalam vagina tante Sukma, dan k0ntolku memuncratkan spermanya di perut tante Sukma. Saking kencangnya, semburan spermaku sampai di dada dan leher tante Sukma.

“Ahhh ahhhh ahhhh suara jeritan kepuasanku.”
“Idihhh kamu kecil-kecil tapi spermanya banyak bangettt sih canda tante Sukma. Aku hanya tersenyum saja. Aku tdk sempat mengomentari candaan tante Sukma.”

Setelah semua sperma telah tumpah keluar, aku merebahkan tubuhku di samping tubuh tante Sukma. Kepalaku masih teriang-iang dan nafasku masih belum stabil. Mataku melihat ke langit-langit apartment tante Sukma. Aku baru saja menikmati yg namanya surga dunia.

Tante Sukma kemudian memelukku manja dengan posisi kepalanya di atas dadaku. Bau harum rambutku tercium oleh hidungku.

“Aldi puas ngga? tanya tante Sukma.”
“Bukan puas lagi tante tapi Aldi seperti baru saja masuk ke surga jawabku.”
“Emang vagina tante surga yah? canda tante Sukma.”
“Boleh dikata demikian. jawabku percaya diri.”
“Kalo tante puas ngga? tanyaku penasaran.”
“Hmmm coba kamu pikir sendiri aja yg pasti vagina tante sekarang ini masih berdenyut-denyut rasanya. Diapain emang ama Aldi? tanya tante Sukma manja.”
“Anuu Aldi kasih si Aldi Junior tuh tante liat jembut Aldi banyak bercak-bercak lendir. Itu punya dari vagina tante tuh. Banjir keluar tadi. kataku.”
“Idihhh mana mungkin bela tante Sukma sambil mencubit k0ntolku yg sudah mulai loyo.”
“Aldi sering-sering datang ke rumah tante aja. Nanti kita main poker lagi. Mau kan? pinta tante Sukma.

Sippp tante. jawabku serentak girang.”

Malam itu aku nginap di rumah tante Sukma. Keesokan harinya aku langsung pulang ke rumah. Aku sempat minta jatah 1 kali lagi dengan tante Sukma, namum ajakanku ditolak halus olehnya karena alasan dia ada janji dengan teman-temannya.

Sejak saat itu aku menjadi teman seks gelap tante Sukma tanpa sepengetahuan orang lain terutama ayah dan ibu. Tante Sukma senang bercinta yg bervariasi dan dengan lokasi yg bervariasi pula selain apartementnya sendiri. Kadang bermain di mobilnya, di motel kilat yg hitungan charge-nya per jam, di ruang VIP spa kecantikan ibuku (ini aku berusaha keras untuk menyelinap agar tdk diketahui oleh para pegawai di sana). Tante Sukma sangat menyukai dan menikmati seks.

Menurut tante Sukma seks dapat membuatnya merasa enak secara jasmSukma dan rohSukma, belum lagi seks yg teratur sangatlah baik untuk kesehatan. Dia pernah menceritakan kepadaku tentang rahasia awet muda bintang film Hollywood tersohor bernama Elizabeth Taylor, yah jawabannya hanya singkat saja yaitu seks dan diet yg teratur.

Tante Sukma paling suka bermain tanpa kondom. Tapi dia pun juga tdk ingin memakai sistem pil sebagai alat kontrasepsi karena dia sempat alergi saat pertama mencoba minum pil kontrasepsi. Jadi di saat subur, aku diharuskan memakai kondom. Di saat setelah selesai masa menstruasinya, ini adalah saat di mana kondom boleh dilupakan untuk sementara dulu dan aku bisa sepuasnya berejakulasi di dalam vaginanya. Apabila di saat subur dan aku/tante Sukma lupa menyetok kondom, kita masih saja nekat bermain tanpa kondom dengan berejakulasi di luar (meskipun ini rawan kehamilannya tinggi juga).

Hubungan gelap ini sempat berjalan hampir 4 tahun lamanya. Aku sempat memiliki perasaan cinta terhadap tante Sukma. Maklum aku masih tergolong remaja/pemuda yg gampang terbawa emosi. Namun tante Sukma menolaknya dengan halus karena apabila hubunganku dan tante Sukma bertambah serius, banyak pihak luar yg akan mencaci-maki atau mengutuk kami.

Tante Sukma sempat menjauhkan diri setelah aku mengatakan cinta padanya sampai aku benar-benar move on dari-nya. Aku lumayan patah hati waktu itu (hampir 1.5 tahun), tapi aku masih memiliki akal sehat yg mengontrol perasaan sakit hatiku. Saat itu pula aku cuti bermain dengan tante Sukma.

Saat ini aku masih berhubungan baik dengan tante Sukma. Kami kadang-kadang menyempatkan diri untuk bermain 2 minggu sekali atau kadang-kadang 1 bulan sekali. Tergantung dari mood kami masing-masing. Tante Sukma sampai sekarang masih single. Aku untuk sementara ini juga masih single. Aku putus dengan pacarku sekitar 6 bulan yg lalu.

Sejak putus dengan pacarku, tante Sukma sempat menjadi pelarianku, terutama pelarian seks. Sebenarnya ini tdk benar dan kasihan tante Sukma, namun tante Sukma seperti mengerti tingkah laku lelaki yg sedang patah hati pasti akan mencari seorang pelarian. Jadi tante Sukma tdk pernah merasa bahwa dia adalah pelarianku, tapi sebagai seorang teman yg ingin membantu meringkankan beban perasaan temannya.

About

Rintihanku.net | cerita dewasa | cerita sex | cerita panas | cerita porno | bokep

One comment

  1. oh begitu
    trus ijin ninggalin jejak..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*